Fenomena Rep-repan/Tindihan

 “Waduh, semalam gue kena rep-repan. Untung enggak lama, gue bisa langsung bangun,” ujar Arief kepada temannya, Agung.

“Emang setau gue, rumah ini dihuni hantu jahil yang kadang ganggu orang tidur. Makanya kalau mau tidur baca doa,” ujar Agung mengomentari pengalaman aneh yang dialami temannya.

Rep-repan memang telah menjadi istilah umum di Indonesia. Rep-repan adalah istilah terhadap kondisi dimana anda tiba-tiba terbangun dari tidur namun sulit bergerak atau berteriak minta tolong. Tubuh anda seakan-akan ditindih oleh makhluk yang tidak kasat mata, sehingga membuat nafas anda sesak.

Banyak yang percaya ada campur tangan makhluk halus dalam kejadian itu. Bahwa yang menindih adalah makhluk halus besar yang beniat mengganggu seseorang yang tengah terlelap tidur. Mitos ini terus dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.

Sebagian mengkaitkan jika rep-repan terjadi karena di ruangan tersebut dihuni makhluk halus jahil. Atau ada pula yang meyakini rep-repan adalah situasi dimana jasad seseorang yang sedang tertidur berusaha dirasuki oleh makhluk halus.

Namun apakah sebenarnya yang dimaksud dengan rep-repan? Menurut ilmu medis, kondisi rep-repan hanyalah gejala fisik belaka dan tidak terkait makhluk alam lain. Rep-repan dalam bahasa ilmiah bisa disebut juga Sleep Paralysis atau tidur lumpuh. Dinamakan  tidur lumpuh karena memang saat itu terjadi, tubuh serasa lumpuh dan sulit digerakan

Selain merasa dicengkram kuat dan ditindih oleh satu kekuatan besar, biasanya seseorang yang terena rep-repan mengalami halusinasi. Seperti melihat penampakan sosok makhluk halus di sekitarnya. Sehingga wajar jika orang-orang dahulu kerap menghubung-hubungkan rep-repan dengan hal berbau mistis.

Menurut peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, Al Cheyne, rep-repan adalah kondisi yang disebabkan kurang tidur atau terlalu lelah sehingga mengganggu gelombang otak saat sedang tidur. Rep-repan juga kerap menerpa seseorang yang pola tidurnya tidak teratur.

Seperti diketahui, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam empat tahapan. Yaitu tahap pertama adalah kondisi seseorang masih setengah sadar, tahap kedua adalah tidur yang lebih dalam, tahap ketiga adalah tidur paling dalam dan tahap keempat adalah tidur terdalam. Tahap tidur keempat biasa disebut REM (Rapid Eye Movement). Di tahap REM inilah biasanya rep-repan terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak kerap tidak mengikuti alur tahapan tidur yang semestinya. Dari keadaan sadar saat hendak tidur ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahap REM. Ketika otak tiba-tiba terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, maka terjadilah apa yang dinamakan rep-repan. Yaitu seseorang merasa sadar, tapi sulit menggerakkan tubuhnya.

Bagi anda yang sering mengalami kejadia ini, maka perlu memeriksa kondisi fisik anda. Apakah anda selama beberapa hari terakhir kurang tidur? Atau terlalu lelah dalam kerjaan? Atau pola tidur tidak teratur? Cobalah untuk mengubah pola tidur anda menjadi lebih teratur.

Jika masih sering mengalaminya, maka hal itu jangan dianggap remeh. Karena rep-repan bisa juga merupakan pertanda serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk atau istilah ilmiahnya narcolepsy atau depresi. Oleh karenanya, jika rep-repan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(dari berbagai sumber)

2 thoughts on “Fenomena Rep-repan/Tindihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s